Rabu, 09 Oktober 2013

tulisan psikologi manajemen


 - MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan berintegritas adalah kepemimpinan yang disertai dengan manajemen yang tersusun rapi, koordinasi yang harmonis dan pelaksanaan yang sempurna dari setiap perencanaan yang telah menjadi agenda dan fokus kerja. Itulah salah satu syarat mutlak untuk menciptakan sebuah kepemimpinan yang berhasil. Tanpa manajemen yang baik, maka sebuah kepemimpinan akan kehilangan fokus kerja dan cenderung melebar dari koridor perencanaan yang sudah ditentukan sebelumnya. Dan hal itu akan berdampak pula pada tidak tercapainya target atau tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Manajemen berkaitan erat dengan seni memimpin, karena manajemen merupakan aspek substansial dari kepemimpinan, di mana manajemen merupakan pelaksanaan konkret dan aktual dari kepemimpinan. Dalam artikel di bawah ini, terdapat tujuh poin penting mengenai hubungan antara manajemen dan kepemimpinan. Selamat menyimak artikel yang telah kami siapkan untuk Anda. Harapan kami, semoga artikel ini dapat meningkatkan kapasitas dan potensi kepemimpinan Anda. 

 
 
-Manfaat Perencanaan SDM yang Optimal 

Proses perencanaan SDM atau manpower planning yang dilakukan dengan baik akan memberikan sejumlah manfaat seperti berikut. Yang pertama adalah mamu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendayagunaan SDM. Pendayagunaan SDM akan berlangsung efektif dan efisien karena Perencanaan SDM harus dimulai dengan kegiatan pengaturan kembali atau penempatan ulang (restaffing/replacement) SDM yang dimiliki.

Penempatan ulang dimaksudkan agar setiap dan semua SDM yang dimiliki bekerja pada jabatan atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Dengan kata lain setiap jabatan/pekerjaan dilaksanakan oleh SDM yang kualifaid, yang dapat memberikan kontribusi maksimal pada pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.

Manfaat Kedua : Meningkatkan kecermatan dan penghematan pembiayaan (cost) dan tenaga dalam melaksanakan rekrutmen dan seleksi. Rekrutmen dan Seleksi untuk menindaklanjuti Perencanaan SDM harus didahului dengan melaksanakan promosi dan pemindahan jabatan, mempensiunkan dan memberhentikan pekerja sesuai alasan masing-masing.

Dengan demikian pembiayaan (cost) dapat dihemat, karena melalui ketepatan penempatan ulang tidak akan terjadi penempatan yang keliru, sehingga tidak perlu menyediakan pembiayaan untuk mengangkat atau menambah SDM dari sumber eksternal, jika masih tersedia dari sumber internal yang memenuhi kualifikasi untuk mengisi kekosongan. Di samping itu kontribusi SDM akan meningkat sebanding atau melebihi pembiayaan (cost) SDM yang dipergunakan.

Manfaat ketiga : Mendorong perilaku proaktif, dan tidak reaktif. Melalui perencanaan SDM yang baik, perusahaan akan dapat membangun serangkaian tindakan yang responsif terhadap setiap dinamika perkembangan bisnis yang ada.
Manfaat keempat : Memastikan Terpenuhinya Kebutuhan SDM yang Kompeten. Melalui perencanaan SDM, proses penempatan pegawai yang kompeten dan tepat pada posisinya akan dapat tercapai dengan lebih optimal.

Manfaat kelima : Mendorong terbangunnya Sistem Informasi SDM yang Akurat. Sistem informasi SDM yang akurat merupakan salah satu elemen penting untuk mendayagunakan kinerja organisasi. Perencanaan SDM akan mampu mendorong terbangunnya sistem informasi SDM yang handal dan akurat.

sumber: -  http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/090


Tidak ada komentar:

Posting Komentar