Senin, 26 November 2012

JEJARING SOSIAL DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BIDANG PSIKOLOGI



Teknologi kini bukan hanya sebatas pada dunia cyber saja, atau dunia komputer saja. Teknologi kini telah berkembang pesat dan telah merambah ke berbagai bidang disiplin ilmu lainnya. Teknologi informasi kini telah dikenal dengan luas dan ternyata keberadaannya dapat dikaitkan dengan berbagai disiplin ilmu. Berbagai bidang ilmu telah menggunakan aplikasi dari Teknologi Informasi, guna mengembangkan ilmu-ilmu yang berkaitan.

Salah satu disiplin ilmu yang menggunakan Teknologi Informasi adalah Psikologi. Memang antara Psikologi dan Informasi Teknologi memiliki kajian objek teoritis dan aspek yang berbeda mengenai hal apa yang menjadi objek ilmu mereka. Namun dalam beberapa hal keberadaan Teknologi Informasi bisa menjadi suatu ilmu yang membantu dalam upaya pengembangan ilmu dan pemaksimalan dalam aplikasi ilmu Psikologi.

E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi Teknologi Informasi dalam bidang Psikologi. Internet menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media tersebut mereka dapat memberikan intervensi psikoterapi. Itulah yang disebut dengan E-counseling atau e-mail counseling. E-mail conseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melaui Internet. Proses terapi terlebih dahulu dilakukan melaui media ini agar dapat disusun rencana dalam melakukan intervensi psikologi secara face-to-face yang akan dilakukan. Fungsi dari e-counseling adalah untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya, sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya. Dalam aplikasinya, psikoterapi online menawarkan tantangan etika baru bagi mereka para terapis yang tertarik untuk menggunakan media ini dalam memberikan pelayanan psikologi. Perbedaan antara komunikasi berbasis teks interaktif dan komunikasi verbal in-person menciptakan tantangan etika baru yang sebelumnya tidak di temui dalam terapi face-to-face (secara langsung).
Internet memiliki banyak fungsi yang berguna bagi semua orang. Informasi yang kita butuhkan dapat kita temukan dengan cara browsing melalui internet. Jaman sekarang banyak orang yang merasa bosan ketika mereka mendapatkan tugas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, mereka merasa malas untuk mencari dan membaca dari beberapa sumber buku untuk mencari jawaban yang mereka butuhkan. Akan tetapi pada saat ini sudah ada internet yang berfungsi untuk mempermudah kita dalam mencari berbagai data dan informasi yang kita butuhkan, sehingga kita tidak perlu mencari beberapa sumber buku yang sulit kita cari karena hampir semua informasi yang dibutuhkan dapat kita temukan dengan menggunakan internet. Akan tetapi itu semua kembali kepada setiap individu sejauh mana keseriusan mereka dalam melakukan proses pembelajaran.
Dengan adanya Internet juga kita dapat mencari teori-teori dari sekian banyak ahli dalam bidang psikologi. Contohnya saja jika kita akan mencari teori mengenai mekanisme pertahanan diri (Sigmund Freud) , kita tinggal mencari di google dengan keyword “Mekanisme Pertahanan Diri-Sigmund Freud”, maka beberapa detik kemudian akan muncul sekian banyak jawaban yang dapat kita pilih dan mencari jawabannya sesuai dengan apa yang kita butuhkan. 
 

http://fitriuni.blogspot.com/2012/11/penggunaan-internet-dalam-bidang.html

Selasa, 13 November 2012

METODE PENGALAMATAN NETIQUETTE

Netiquette ialah singkatan dari internet etiquette atau etika di dalam internet. Dalam internet, etika harus digunakan karena untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku dalam menggunakan internet. Mengikuti aturan komunikasi online sama pentingnya sebagai etika ketika berbicara dengan orang lain secara tatap muka. Ruang lingkup pembahasan netiquette lebih kepada etika baik-buruknya didalam berinternet, yaitu apa saja yang di lakukan dan apa saja yang tabu atau dilarang didalam berinternet. Sebenarnya aturan didalam internet tersebut menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet di komputer. Karena itu etika berinternet perlu dipatuhi agar tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang datang silih berganti.  
Beberapa hal yang dianggap melanggar etika berinternet seperti:
  • Menggunakan informasi yang didapat dari internet secara sembarangan, contohnya copy-paste atau plagiat.
  • Mengambil keuntungan secara tidak sah yang merugikan orang lain, seperti mencuri kartu kredit.
  • Mengganggu privasi, seperti menghack akun media sosial orang lain (facebook, twitter, dll).
  • Menggunakan bahasa yang bersifat menghina, menghujat, menjelek-jelekkan pihak lain.
  • Menulis postingan dengan huruf yang aneh-aneh sehingga sulit untuk dibaca.
Beberapa hal yang ada dalam etika berinternet seperti :
·         Mengamankan dulu diri anda, atinya ialah mengamankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall.
·         Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, seperti iklan-iklan di internet atau hadiah yang terdapat di email anda tanpa ada pemberitahuan, dll. sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda atau percaya akan iklan atau email berhadiah tersebut. Jadi anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
·         Dan yang paling di utamakan ialah, menghargai pengguna internet lain.

METODE PENGALAMATAN DI INTERNET

Pengalamatan Internet Protocol

Suatu alamat IP yang unik diperlukan bagi setiap komponen jaringan dan host yang berkomunikasi dengan memakai TCP/IP. Jaringan-jaringan TCP/IP biasanya dikategorikan menjadi tiga golongan utama yang sudah menetapkan ukurannya lebih dulu. Masing-masing jaringan dapat dibagi menjadi subjaringan-subjaringan yang lebih kecil oleh administrator sistem dengan memakai subnet mask untuk membagi suatu alamat IP menjadi dua bagian. Satu bagian mengidentifikasi host (komputer), bagian lainnya mengidentifikasi pemilik jaringan itu. Masing-masing host TCP/IP diidentifikasi oleh suatu alamat IP logis. Alamat IP adalah suatu alamat layer jaringan dan tidak bergantung pada alamat layer data-link (seperti suatu alamat kontrol akses media pada network interface card). Pada bagian ini, Anda akan belajar bagaimana pengalamatan IP pada suatu jaringan TCP/IP.

1. Alamat IP
Alamat IP merupakan sebuah angka 32-bit yang secara unik mengidentifikasi sebuah host (komputer atau device lain, misalnya printer atau router) pada suatu jaringan TCP/IP. Alamat IP pada umumnya dinyatakan dalam format desimal yang diberikan titik dengan empat angka yang dipisahkan oleh titik, misalnya 192.168.123.132.
Agar TCP/IP WAN bisa berjalan secara efektif sebagai sekumpulan jaringan, router yang menyampaikan paket-paket data di antara jaringan-jaringan tidak perlu mengetahui lokasi host yang sesungguhnya yang menjadi tujuan suatu paket informasi. Router hanya perlu mengetahui host itu merupakan suatu anggota jaringan apa dan memakai informasi yang disimpan di dalam tabel route-nya untuk menentukan bagaimana memperoleh paket ke jaringan milik host tujuan. Setelah paket dikirimkan ke jaringan tujuan, paket tersebut dikirimkan ke host yang tepat. Agar proses ini bisa berjalan, suatu alamat IP mempunyai dua bagian: ID jaringan dan ID host.

2. ID Jaringan
ID jaringan mengidentifikasi host TCP/IP yang diletakkan pada jaringan fisik yang sama. Semua host pada jaringan fisik yang sama harus diberikan ID jaringan yang sama agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Jika router menghubungkan jaringan-jaringan Anda, seperti ditampilkan pada Gambar 2, maka ID jaringan yang unik dibutuhkan bagi setiap koneksi area yang luas. Misalnya, dalam uraian di bawah ini:
  • Jaringan 1 dan 2 mencerminkan dua jaringan yang di-routed.
  • Jaringan 3 mencerminkan koneksi WAN di antara router-router.
  • Jaringan 3 memerlukan sebuah ID jaringan sehingga interface di antara dua router itu dapat diberikan ID host yang unik.

Catatan:
Bila Anda berencana untuk menghubungkan jaringan Anda ke Internet, maka Anda mesti memperoleh bagian ID jaringan dari alamat IP. Hal ini akan menjamin keunikan ID jaringan IP. Untuk pemberian nomor jaringan IP dan registrasi nama domain, silahkan hubungi provider layanan Internet Anda.

3. ID Host
ID host mengidentifikasi suatu host di dalam sebuah jaringan. ID host harus unik supaya jaringan itu bisa ditandai oleh ID jaringan. Suatu alamat IP mengidentifikasi lokasi sistem pada jaringan melalui cara yang sama sebagaimana sebuah alamat jalan raya mengidentifikasi sebuah rumah di dalam blok sebuah kota 


4. Notasi Desimal Bertitik
Ada dua format untuk menunjuk sebuah alamat IP – notasi desimal bertitik dan biner. Seperti diuraikan pada Gambar 3. masing-masing alamat IP memiliki panjang 32-bit dan disusun dari empat bagian 8-bit. Bagian 8-bit ini dikenal sebagai octet. Contoh alamat IP 192.168.123.132 menjadi 11000000.10101000.01111011.10000100 dalam format biner. Angka-angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik dalam notasi desimal bertitik merupakan octet yang dikonversikan dari biner menjadi notasi desimal. Octet men-cerminkan sebuah angka desimal yang bervariasi dari nol sampai 255 dan seluruh 32 bit dari alamat IP dialokasikan ke ID jaringan dan ID host 

5. Konversi Alamat IP dari Biner Menjadi Desimal
Untuk mengelola TCP/IP pada jaringan, Anda harus mampu mengonversi nilai bit dalam suatu octet dari kode biner menjadi suatu format desimal. Dalam format biner, masing-masing bit di dalam octet memiliki nilai desimal yang ditugaskan. Bit yang diatur menjadi 0 selalu mempunyai nilai 0 dan bit yang diatur menjadi 1 dapat dikonversikan menjadi nilai desimal. Bit yang berurutan nilai kecil mencerminkan nilai desimal 1. Bit yang berurutan nilai besar mencerminkan nilai desimal 128. Nilai desimal tertinggi dari suatu octet adalah 255 – artinya, ketika semua bit diatur menjadi 1 

sumber:  http://hemaya.wordpress.com/2008/10/13/pengalamatan-internet-protocol/