Senin, 25 Maret 2013

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

Kesehatan mental adalah salah satu ilmu yang dipelajari dalam psikologi, karena dari zaman manusia purba sudah mengalami gangguan kesehatan mental.
Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, sekalipun oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasi gangguan mental dia anggap hal biasa, bukan sebagai gangguan.
Khusus untuk masyarakat indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Faktor budaya pun seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai penderita gangguan mental.  

 Zaman peradaban awal
  • Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
  • Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
  • Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagian lagi dari dewa-dewa)
 Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.

 Era Pra Ilmiah
  
Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.

Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

 Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the MentalHygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.

SUMBER: - Syamsu Yusuf. 2009. Mental Hygiene. Bandung : Maestro
             - Siswanto. 2007. Kesehatan Mental: kosep, cakupan, dan perkembangan.

Rabu, 20 Maret 2013

KONSEP SEHAT

MASALAH SEHAT DAN SAKIT
Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang
merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang
bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, sosial
budaya, perilaku, populasi penduduk,genetika,dan sebagainya.
Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai
psycho socio somatic health well being merupakan resultante dari 4faktor(3)yaitu:
1.Environment atau lingkungan.
2.Behaviouratau perilaku,
Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan
ecological balance
3.Heredity
atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi,
distribusi penduduk, dan sebagainya.
4. Health care service
berupa program kesehatan yang
bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.
Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku
merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan)
terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.
Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien
sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelas sosial,
perbedaan suku bangsa dan budaya.
Maka ancaman kesehatan
yang sama (yang ditentukan secara klinis), bergantung dari
variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang
berbeda di kalangan pasien.
Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat
dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa
sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan
oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia.
Paradigma sehat adalah cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis  dan lintas sektoral, dalam suatu
wilayah.
yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya
penyembuhan penduduk yang sakit.
Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama
terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi
kesehatan, memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk
menjaga agar yang sehat tetap sehat namun tetap mengupayakan
yang sakit segera sehat. Pada prinsipnya kebijakan tersebut
menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan
kesehatan daripada mengobati penyakit.
Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang
mempunyai konotasi biomedik dan sosio kultural
Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia, kedua pengertian itu dinamakan penyakit.Dilihat dari segi sosio kulturalterdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut.
Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu,dengan illness dimaksud reaksi personal,
interpersonal, dan kultural terhadap penyakit atau perasaan
kurang nyaman.


Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease, sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness
tidak selalu disertai kelainan organik maupun
fungsional tubuh.
Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehat-sakit pada aspek sosial budaya dan
perilaku manusia, serta khusus pada interaksi antara
beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan
dan penyakit.
Dalam konteks kultural, apa yang disebut sehat dalam suatu
kebudayaan belum tentu disebut sehat pula dalam kebudayaan
lain. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penilaian
atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai.

KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT BUDAYA MASYARAKAT
Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural,sosial dan pengertian profesional yang beragam. Dulu dari sudut
pandangan kedokteran, sehat sangat erat kaitannya dengan
kesakitan dan penyakit.


Masyarakat dan pengobat tradisional menganut dua konsep
penyebab sakit, yaitu:Naturalistik dan Personalistik.
Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan, makanan (salah makan),kebiasaan hidup, ketidak seimbangan dalam tubuh, termasuk juga
kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. Konsep sehat sakit yang dianut pengobat tradisional(Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat, yakni
suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau
kondisi tubuh kelainan-kelainan serta gejala yang dirasakan.
Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal,wajar, nyaman, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan gairah.
Sedangkan konsep Personalistik menganggap munculnya penyakit
(illness)disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu, roh, leluhur atau roh jahat), atau makhluk manusia (tukang sihir, tukang tenung). Menelusuri nilai budaya, misalnya mengenai pengenalan kusta dan cara perawatannya. Kusta telah dikenal oleh etnik Makasar sejak lama.
KEJADIAN PENYAKIT
Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia.
Ditinjau dari segi biologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia, sedangkan dari segi kemasyarakatan keadaan sakit dianggap sebagai penyimpangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. Penyimpangan itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia, tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu bersangkutan. Faktor emosional dan psikososial ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan.

PERSEPSI MASYARAKAT
Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda
antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. Persepsi kejadian penyakit yang
berlainan dengan ilmu kesehatan sampai saat ini masih ada di masyarakat, dapat turun dari satu generasi ke generasiberikutnya dan bahkan dapat berkembang luas.
sumber: Sunanti Z. Soejoeti

Senin, 26 November 2012

JEJARING SOSIAL DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BIDANG PSIKOLOGI



Teknologi kini bukan hanya sebatas pada dunia cyber saja, atau dunia komputer saja. Teknologi kini telah berkembang pesat dan telah merambah ke berbagai bidang disiplin ilmu lainnya. Teknologi informasi kini telah dikenal dengan luas dan ternyata keberadaannya dapat dikaitkan dengan berbagai disiplin ilmu. Berbagai bidang ilmu telah menggunakan aplikasi dari Teknologi Informasi, guna mengembangkan ilmu-ilmu yang berkaitan.

Salah satu disiplin ilmu yang menggunakan Teknologi Informasi adalah Psikologi. Memang antara Psikologi dan Informasi Teknologi memiliki kajian objek teoritis dan aspek yang berbeda mengenai hal apa yang menjadi objek ilmu mereka. Namun dalam beberapa hal keberadaan Teknologi Informasi bisa menjadi suatu ilmu yang membantu dalam upaya pengembangan ilmu dan pemaksimalan dalam aplikasi ilmu Psikologi.

E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi Teknologi Informasi dalam bidang Psikologi. Internet menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media tersebut mereka dapat memberikan intervensi psikoterapi. Itulah yang disebut dengan E-counseling atau e-mail counseling. E-mail conseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melaui Internet. Proses terapi terlebih dahulu dilakukan melaui media ini agar dapat disusun rencana dalam melakukan intervensi psikologi secara face-to-face yang akan dilakukan. Fungsi dari e-counseling adalah untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya, sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya. Dalam aplikasinya, psikoterapi online menawarkan tantangan etika baru bagi mereka para terapis yang tertarik untuk menggunakan media ini dalam memberikan pelayanan psikologi. Perbedaan antara komunikasi berbasis teks interaktif dan komunikasi verbal in-person menciptakan tantangan etika baru yang sebelumnya tidak di temui dalam terapi face-to-face (secara langsung).
Internet memiliki banyak fungsi yang berguna bagi semua orang. Informasi yang kita butuhkan dapat kita temukan dengan cara browsing melalui internet. Jaman sekarang banyak orang yang merasa bosan ketika mereka mendapatkan tugas untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, mereka merasa malas untuk mencari dan membaca dari beberapa sumber buku untuk mencari jawaban yang mereka butuhkan. Akan tetapi pada saat ini sudah ada internet yang berfungsi untuk mempermudah kita dalam mencari berbagai data dan informasi yang kita butuhkan, sehingga kita tidak perlu mencari beberapa sumber buku yang sulit kita cari karena hampir semua informasi yang dibutuhkan dapat kita temukan dengan menggunakan internet. Akan tetapi itu semua kembali kepada setiap individu sejauh mana keseriusan mereka dalam melakukan proses pembelajaran.
Dengan adanya Internet juga kita dapat mencari teori-teori dari sekian banyak ahli dalam bidang psikologi. Contohnya saja jika kita akan mencari teori mengenai mekanisme pertahanan diri (Sigmund Freud) , kita tinggal mencari di google dengan keyword “Mekanisme Pertahanan Diri-Sigmund Freud”, maka beberapa detik kemudian akan muncul sekian banyak jawaban yang dapat kita pilih dan mencari jawabannya sesuai dengan apa yang kita butuhkan. 
 

http://fitriuni.blogspot.com/2012/11/penggunaan-internet-dalam-bidang.html

Selasa, 13 November 2012

METODE PENGALAMATAN NETIQUETTE

Netiquette ialah singkatan dari internet etiquette atau etika di dalam internet. Dalam internet, etika harus digunakan karena untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku dalam menggunakan internet. Mengikuti aturan komunikasi online sama pentingnya sebagai etika ketika berbicara dengan orang lain secara tatap muka. Ruang lingkup pembahasan netiquette lebih kepada etika baik-buruknya didalam berinternet, yaitu apa saja yang di lakukan dan apa saja yang tabu atau dilarang didalam berinternet. Sebenarnya aturan didalam internet tersebut menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet di komputer. Karena itu etika berinternet perlu dipatuhi agar tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang datang silih berganti.  
Beberapa hal yang dianggap melanggar etika berinternet seperti:
  • Menggunakan informasi yang didapat dari internet secara sembarangan, contohnya copy-paste atau plagiat.
  • Mengambil keuntungan secara tidak sah yang merugikan orang lain, seperti mencuri kartu kredit.
  • Mengganggu privasi, seperti menghack akun media sosial orang lain (facebook, twitter, dll).
  • Menggunakan bahasa yang bersifat menghina, menghujat, menjelek-jelekkan pihak lain.
  • Menulis postingan dengan huruf yang aneh-aneh sehingga sulit untuk dibaca.
Beberapa hal yang ada dalam etika berinternet seperti :
·         Mengamankan dulu diri anda, atinya ialah mengamankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall.
·         Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, seperti iklan-iklan di internet atau hadiah yang terdapat di email anda tanpa ada pemberitahuan, dll. sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda atau percaya akan iklan atau email berhadiah tersebut. Jadi anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
·         Dan yang paling di utamakan ialah, menghargai pengguna internet lain.

METODE PENGALAMATAN DI INTERNET

Pengalamatan Internet Protocol

Suatu alamat IP yang unik diperlukan bagi setiap komponen jaringan dan host yang berkomunikasi dengan memakai TCP/IP. Jaringan-jaringan TCP/IP biasanya dikategorikan menjadi tiga golongan utama yang sudah menetapkan ukurannya lebih dulu. Masing-masing jaringan dapat dibagi menjadi subjaringan-subjaringan yang lebih kecil oleh administrator sistem dengan memakai subnet mask untuk membagi suatu alamat IP menjadi dua bagian. Satu bagian mengidentifikasi host (komputer), bagian lainnya mengidentifikasi pemilik jaringan itu. Masing-masing host TCP/IP diidentifikasi oleh suatu alamat IP logis. Alamat IP adalah suatu alamat layer jaringan dan tidak bergantung pada alamat layer data-link (seperti suatu alamat kontrol akses media pada network interface card). Pada bagian ini, Anda akan belajar bagaimana pengalamatan IP pada suatu jaringan TCP/IP.

1. Alamat IP
Alamat IP merupakan sebuah angka 32-bit yang secara unik mengidentifikasi sebuah host (komputer atau device lain, misalnya printer atau router) pada suatu jaringan TCP/IP. Alamat IP pada umumnya dinyatakan dalam format desimal yang diberikan titik dengan empat angka yang dipisahkan oleh titik, misalnya 192.168.123.132.
Agar TCP/IP WAN bisa berjalan secara efektif sebagai sekumpulan jaringan, router yang menyampaikan paket-paket data di antara jaringan-jaringan tidak perlu mengetahui lokasi host yang sesungguhnya yang menjadi tujuan suatu paket informasi. Router hanya perlu mengetahui host itu merupakan suatu anggota jaringan apa dan memakai informasi yang disimpan di dalam tabel route-nya untuk menentukan bagaimana memperoleh paket ke jaringan milik host tujuan. Setelah paket dikirimkan ke jaringan tujuan, paket tersebut dikirimkan ke host yang tepat. Agar proses ini bisa berjalan, suatu alamat IP mempunyai dua bagian: ID jaringan dan ID host.

2. ID Jaringan
ID jaringan mengidentifikasi host TCP/IP yang diletakkan pada jaringan fisik yang sama. Semua host pada jaringan fisik yang sama harus diberikan ID jaringan yang sama agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Jika router menghubungkan jaringan-jaringan Anda, seperti ditampilkan pada Gambar 2, maka ID jaringan yang unik dibutuhkan bagi setiap koneksi area yang luas. Misalnya, dalam uraian di bawah ini:
  • Jaringan 1 dan 2 mencerminkan dua jaringan yang di-routed.
  • Jaringan 3 mencerminkan koneksi WAN di antara router-router.
  • Jaringan 3 memerlukan sebuah ID jaringan sehingga interface di antara dua router itu dapat diberikan ID host yang unik.

Catatan:
Bila Anda berencana untuk menghubungkan jaringan Anda ke Internet, maka Anda mesti memperoleh bagian ID jaringan dari alamat IP. Hal ini akan menjamin keunikan ID jaringan IP. Untuk pemberian nomor jaringan IP dan registrasi nama domain, silahkan hubungi provider layanan Internet Anda.

3. ID Host
ID host mengidentifikasi suatu host di dalam sebuah jaringan. ID host harus unik supaya jaringan itu bisa ditandai oleh ID jaringan. Suatu alamat IP mengidentifikasi lokasi sistem pada jaringan melalui cara yang sama sebagaimana sebuah alamat jalan raya mengidentifikasi sebuah rumah di dalam blok sebuah kota 


4. Notasi Desimal Bertitik
Ada dua format untuk menunjuk sebuah alamat IP – notasi desimal bertitik dan biner. Seperti diuraikan pada Gambar 3. masing-masing alamat IP memiliki panjang 32-bit dan disusun dari empat bagian 8-bit. Bagian 8-bit ini dikenal sebagai octet. Contoh alamat IP 192.168.123.132 menjadi 11000000.10101000.01111011.10000100 dalam format biner. Angka-angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik dalam notasi desimal bertitik merupakan octet yang dikonversikan dari biner menjadi notasi desimal. Octet men-cerminkan sebuah angka desimal yang bervariasi dari nol sampai 255 dan seluruh 32 bit dari alamat IP dialokasikan ke ID jaringan dan ID host 

5. Konversi Alamat IP dari Biner Menjadi Desimal
Untuk mengelola TCP/IP pada jaringan, Anda harus mampu mengonversi nilai bit dalam suatu octet dari kode biner menjadi suatu format desimal. Dalam format biner, masing-masing bit di dalam octet memiliki nilai desimal yang ditugaskan. Bit yang diatur menjadi 0 selalu mempunyai nilai 0 dan bit yang diatur menjadi 1 dapat dikonversikan menjadi nilai desimal. Bit yang berurutan nilai kecil mencerminkan nilai desimal 1. Bit yang berurutan nilai besar mencerminkan nilai desimal 128. Nilai desimal tertinggi dari suatu octet adalah 255 – artinya, ketika semua bit diatur menjadi 1 

sumber:  http://hemaya.wordpress.com/2008/10/13/pengalamatan-internet-protocol/

Senin, 15 Oktober 2012

Plagialisme

Plagiatrisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

 Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Plagiarisme dalam literatur terjadi ketika seseorang mengaku atau memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau karya sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.

 Cara menghindari tindakan plagiat, antara lain :
- Cantumkan 2 tanda petik (“) pada pernyataan yang berasal langsung dari naskah asli dan cantumkan sumbernya dengan benar.
-Tulis ulang (paraphrase).
-Cantumkan sumbernya dengan benar.

Sanksi untuk plagiat terdapat dalam UU No. 20/2003, Lulusan PT yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan maka :
 - Pencabutan gelar (Pasal 25 ayat 2).
 - Pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 200 juta rupiah (pasal 70)

 sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme  

kesimpulannya: plagiat itu sebenarnya hanya membuat diri kita menjadi semakin malas dan tidak kreatif. bahkan merugikan orang lain bahkan buat diri kita sendiri.

Internet

Internet adalah kumpulan dari jutaan komputer di seluruh dunia yang terkoneksi antara yang satu dengan yang lain.
 Media koneksi yang digunakan bisa melalui sambungan telpon, serat optik (fiber optic), kabel koaksial (coaxial cable), satelit atau dengan koneksi wireless.
 Setelah terhubung dengan internet kita dapat melakukan beberapa hal, misalnya : mengirim dan menerima email, chating dengan media text atau suara, berselancar (surfing) di World Wide Web, atau hal-hal lain dengan suatu software aplikasi tertentu. Dalam internet dipergunakan bahasa atau kode-kode yang disebut Hyper Text Markup Language atau HTML.

 Bahasa ini merupakan standar bagi komunikasi internet saat ini. Dengan menggunakan bahasa ini kita dapat menulis text, menampilkan gambar, memberi warna serta berbagai hal lainnya di website.

 Berikut adalah beberapa fasilitas internet, yang paling dikenal dan penting untuk diketahui:
E-mail (electronic mail) Pelayanan untuk kirim dan terima pesan-pesan.
Setiap pesan dapat dikirim dari suatu system ke system lain. Di belakang layar, pelayanan mail ini memastikan bahwa pesan-pesan dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar.
Melalui email pula pemakai internet membentuk suatu forum diskusi yang membicarakan topik-topik tertentu dengan bentuk mailing list atau newsgroup. www (world wide web) System yang menggunakan tampilan grafik (window) sehingga dapat memberikan layanan yang sangat prima. Tampilannya bukan hanya berupa teks, dapat berupa gambar dan suara dengan mutu yang bagus karena didukung oleh warna dan resolusi yang tinggi.
Untuk dapat mengaksesnya dibutuhkan piranti lunak yang disebut web browser.
Search engine Fungsi pencarian data dalam bentuk website sesuai kategori atau keyword yang kita masukkan.
 Fungsi ini dimiliki oleh browser dan juga ada sejumlah website yang khusus Untuk dapat terhubung dengan internet kita wajib memiliki perlengkapan sebagai berikut: PC, baik desktop, laptop maupun palmtop atau bahkan telepon selular (handphone) yang dilengkapi fasilitas WAP (Wireless Application Protocol). Modem, boleh internal ataupun external.
Sambungan telepon. Internet Service Provider (ISP). Jaringan internet dikontrol oleh suatu aturan umum yang disebut protocol, yaitu Internet Protocol (IP) dan Transmision Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan TCP/IP, sehingga setiap pemakai yang bergabung dengan internet dapat saling mengakses semua layanan yang disediakan oleh jaringan lainnya, dalam bentuk pertukaran lateral, citra, maupun suara. Hal ini dapat dilakukan secara langsung seketika itu juga dalam dua arah.

 sumber: http://www.kamusilmiah.com/it/mengenal-apa-itu-internet/ http://bloggingly.com/apa-itu-internet-dan-sejarah-singkat-internet/